Senin, 28 Februari 2011 - 0 komentar

(TUGAS 2) Struktur dan Organisasi Data 2

TUGAS 2
STRUKTUR DAN ORGANISASI DATA 2

NAMA : NOVRI YANTO
NPM : 13109139
KELAS : 2KA17
DOSEN : LILY WULANDARI

Coding program dibawah ini merupakan program untuk mencari jurusan & angkatan berdasarkan NPM .
Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah SOD 2.

program novri_yanto ;
uses crt ;

var npm,jurs_x,jurs_y,ang_1,ang_2 : string ;
x,y,z : integer ;

begin
clrscr;
write ('Masukan NPM Anda :') ; readln (npm) ;
(*Gunadarma berdiri pada tahun 1981

Kode jurusan :
1 = Strata 1 ; Sistem Informasi
2 = Diploma 3 ; Manajemen Informatika
3 = Strata 1 ; Manajemen Komputer & Akuntansi*)
jurs1:= Copy(npm,1,1);
(*Penelusuran jurusan *)

if jurs_x = '1' then jurs_y:= 'Strata 1 - Sistem Informasi' else
if jurs_x = '2' then jurs_y:= 'Diploma 3 - Manajemen Informatika' else
if jurs_x = '3' then jurs_y:= 'Strata 1 - Manajemen Komputer & Akuntansi' else jurs_y:= '-';

if jurs2 <> '-' then
Writeln ('Jurusan anda adalah ',jurs_y,' dengan kode jurusan ',jurs_x,'.')
else
Writeln('Maaf, kode jurusan anda tidak ada dalam database kami,mohon diulangi.');
(*Penelusuran angkatan*)

ang_1:= Copy(npm,4,2);
val(ang_1,x,y);
if y > 81 then
Writeln('Anda merupakan angkatan 19',y,'.')
else

begin
if y < 10 then begin
str(y:1,ang_2);
insert('0',ang_2,1);
Writeln('Anda merupakan angkatan 20',ang_2,'.');
end;
writeln('Anda adalah angkatan 20',y,'.');
end;
readln;
end.
- 0 komentar

(TUGAS 1) Struktur dan Organisasi Data 2

TUGAS 1
STRUKTUR DAN ORGANISASI DATA 2

NAMA : NOVRI YANTO
NPM : 13109139
KELAS : 2KA17
DOSEN : LILY WULANDARI

Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah SOD 2.

Ketentuaan program :
1. Mencari panjang sebuah string / Length.
2. Menggabungkan isi dari dua buah string / Concat.
3. Menyisipkan isi dari sebuah string kedalam string lain / Insert.

program novri_yanto ;
uses crt ;
var pil : byte ; x : word ; a,b,c,d,e,f : string ;

procedure hit_panjang ;
begin
a := ’gunadarma’ ;
x := LENGTH (a) ;
writeln (’panjang string :’,’”’,a,’”’,’adalah’,x,’karakter’) ;
end ;

procedure penggabungan ;
begin
b := ’gunadarma’ ;
c := ‘university’ ;
d := CONCAT (b,c) ;
write (‘HASIL d =’,d) ;
end ;

procedure penyisipan ;
begin
e := ‘guna ma’ ;
f := INSERT (‘dar’,e,5) ;
writeln (‘HASIL f adalah’,f) ;
end ;

begin
clrscr ;
writeln (‘=================’) ;
writeln (‘1. hit_panjang’) ;
writeln (‘2. penggabungan’) ;
writeln (‘3. penyisipan’) ;
write (‘pilihan anda :’) ; readln (pil) ;

case pil of
1 : hit_panjang ;
2 : penggabungan ;
3 : penyisipan ;
end ;
readln ;

end.
Senin, 21 Februari 2011 - 0 komentar

Organisasi Sarana Pengasahan Softskill yang efektif untuk Mahasiswa


Mengapa mahasiswa harus berorganisasi ?
Penelitian di eropa menunjukkan bahwa 80% kemampuan yang digunakan dalam dunia pekerjaan adalah softskill mahasiswa dan hardskill hanya 20%.
Hard skill adalah kemampuan yang dimiliki oleh manusia yang diperoleh melalui pembelajaran yang di dapat dari buku atau hal-hal lain yang bersifat akademik. Orang yang memiliki hardskill yang baik biasanya memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi dan biasanya mempunyai prestasi akademik yang dahsayat…
Lalu apa yang disebut dengan softskill? Kenapa di awal bisa disebut sedemikian penting hingga mempunyai porsi 80% dalam hidup?
Softskill merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan interpersonal (berhubungan dengan orang lain. Termasuk dalam kemampuan ini adalah kemampuan untuk memimpin, bekerjasama secara tim, memahami perasaan orang lain, keberanian berfikir kritis dan menyampaikannya di depan forum untuk didiskusikan, mengorientasikan sesuatu untuk tujuan bersama, kemampuan komunikasi dengan orang lain, publik speaking dan masih banyak contoh lain yang belum disebut.
Nah, sebagai mahasiswa apakah kita bisa meningkatakan kemampuan tersebut hanya dengan belajar dan mendapatkan IPK 4,00 sekalipun? Jawabnya tentu saja tidak!!
Butuh praktek dan penerapan secara kontinyu untuk mengasah softskill seseorang. Softskill bisa dipelajari, tetapi tidak melalui buku-buku pelajaran tapi harus melalui praktek (learning by doing). Di Organisasi inilah merupakan tempat yang sangat baik untuk penyemaian softskill mahasiswa.
Memang dalam berorganisasi, nantinya kita akan menghadapi banyak masalah yang menguras pikiran, tenaga, waktu dan hambatan lain yang tentunya bakal dihadapi..
Tapi justru itulah seni dalam berorganisasi. Saat kita menghadapi masalah yang berat seperti kekurangan dana, partner kerja yang tidak profesional (egois, tidak mau bekerja dan merasa paling benar), kesulitan membagi waktu antara kuliah, organisasi dan hal pribadi lainnya adalah saat kita diberi pembelajaran di dalam orgnisasi.
Kekurangan dana membuat kita memutar otak berfikir bagaimana supaya sponsor mau mengadakan kerjasama, berkenalan dengan orang-orang penting untuk menyerahkan proposal atau kita bisa berjualan atau yang lebih menyenangkan (bagi saya si..) itu kita bisa ngamen bareng-bareng untuk menutup kekurangan dana.
Saat kita menghadapi teman yang berbeda pendapat atau tidak professional atau tidak memilki kemampuan yang mumpuni sesungguhnya kita akan belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang mampu mempengaruhi pemikiran orang lain supaya bisa sejalan dengan tujuan kita dan tujuan organisasi dan juga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi kita untuk mentransfer info pada partner kita.
Saat menemui partner yang kuran memiliki kemampuan juga kita sebenarnya sedang belajar bagaimana membangun kerjasama (team work) untuk saling mengajarkan dan menutup kelemahan orang lain dengan kelebihan kita dan sebaliknya, melatih kemampuan emosional kita dan bagaimana kita memberi perlakuan pada orang tersebut sampai pada akhirnya kita akan belajar untuk mengambil keputusan apakah akan mempertahankan atau mengeluarkan dia yang tidak mau belajar berproses bersama (jika kamu seorang pemimpin).
Saat kita menghadapi kendala pembagian waktu saat sedang berorganisasi sebenarnya kita sedang diberi kesempatan untuk belajar bagaimana melakukan manajemen waktu supaya kita tidak menyia-nyiakan setiap detik yang diberikan Allah pada kita.
Ada kata-kata bijak yang sangat saya sukai, yaitu berilah amanah pada orang sibuk…
saya percaya orang yang sibuk lebih pintar membagi waktunya daripada orang yang tidak pernah disibukan olehsuatu amanah.
Banyak sekali manfat lain yang bisa dipetik saat kita berorganisasi. Belum lagi menfaat bonus seperti dikenal dan mengenal orang banyak (termasuk birokrat kampus) bahkan ada yang bisa mendapatkan pasangan hidup hingga menikah.
Semoga sedikit artikel ini bisa membuat kita bisa lebih tertarik untuk berorganisasi bukan hanya untuk bersenang-sengang, atau mecari hal laiinya tapi untuk pembelajaran softskill yang sangat penting dan tidak bisa didapatkan di bangku kuliah saja.
MARI BERORGANISASI!!!
SEMANGAT!!!!
YES WE CAN!!!
- 0 komentar

Organisasi islam dan pendidikan islam di Indonesia



           Lahirnya beberapa organisasi islam lebih banyak karena didorong oleh mulai tumbuhnya sikap patriotisme dan rasa nasionalisme serta sebagai respons terhadap kepincangan-kepincangan dikemunduran total sebagai akibat ekploitasi politik pemerintah colonial belanda. Langkah pertama diwujudkan dala bentuk kesadaran berorganisasi
Meskipun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah colonial belanda untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui dunia pendidikan, namun tidak banyak membawa hasil, bahkan berakibat sebaliknya, yaitu semakin menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme dikalangan rakyat dengan malalui pendidikan. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi, menimbulkan perkembangan dan era baru dilapangan pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian lahirlah perguruan-perguruan nasional, yang ditopang oleh usaha-usaha swasta (partikelir menurut istilah yang berkembang pesat awal tahun 1900-an)
Para pemimpin pergerakan nasional dengan kesadaran penuh ingin mengubah keterbelakangan rakyat Indonesia. Mereke insaf bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasionalharus segera dimasukkan dalam agenda perjuangannya. Maka lahirlah sekolah-sekolah partikelir (swasta) atas usaha para perintis kemerdekaan. Sekolah-sekolah tersebut semuala memiliki dua corak, yaitu\:
A. sesuai dengan haluan politik
1. Taman Siswa, yang mula-mula didirikan di Yogyakarta.
2. sekolah sarikat rakyat di semarang, yang behaluan komunis.
3. ksatria institute, yang didirikan oleh Dr. Douwes Dekker (Dr. Setia Budi) di bandung
4. pergururan Rakyat.
B. Sesuai dengan tuntutan/ajaran islam, yaitu:
1. sekolah-sekolah serikat islam
2. sekolah-sekolah muhammadiyah
3. sumatera tawalib di padang panjang.
4. sekolah-sekolah nahdatul ulama.
5. sekolah-sekolah persatuan Ummat islam (PUI)
6. sekolah-sekolah Al-Jami’atul Wasliyah
7. sekolah-sekolah Al-irsyad
8. sekolah-sekolah formal islam
9. dan masih banyak sekolah lain yang didirikan oleh organisasi islam maupun oleh pereeorangan diberbagai kawasan kepulauan Indonesia, baik dalam bentuk pondok pesantren maupun madarasah.
Pada bagian berikut akan dikhususkan pembahasan tentang organisasi-organisasi yang berdasarkan social keagamaan yang banyak melakukan aktifitas pendidikan islam.
A. Al-Jami’at Al-Khairiyah
Organsiasi yang lebuh dekenal dengan nama jami’at khair ini didirikan dijakarta pada tanggal 17 juli 1905. anggita organisasi ini mayoritas orang-orang arab, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk setiap muslim menjadi anggota tanpa diskriminasi asal-usul. Umumnya anggota dan pimpinannya terdiri dari orang-ornag berada, yang memungkinkan penggunaan waktu mereka untuk perkembangan organisasi tanpa mengorbankan usaha untuk pencarian nafkah.
B. Al-Islah wal irsyad.
Syekh Ahmad Surkati, yang sampai dijakarta dalam bulan februari 1912, merupkan seorang alim terkenal dalam agama islam. Beberapa lama kemudian dia meninggalkan jami’at al-khair, kemudian mendirikan gerakan agama sendiri bernama Al-Islah Wal Irsyad. Dengan haluan mengadakan pembaharuan dalam islam
C. Perserikatan Ulama
Perserikatan ulama merupakan perwujuddan dari gerakan pembaharuan didaerah Majalengka, jawa barat dimulai pada tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Abdul Halim. Dia lahir pada tahun 1887 di cibelarang Majalengka
D. Muhammadiyah
Salah satu organsisai social islam yang terpenting di Indonesia sebelum perang Dunia II dan mungkin juga hingga sekarang adalah muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 november 1912 bertepatan dengan tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan atas saran yang ditujukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanent.
E. Nahdatul Ulama
Nahdatul ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (33 januari 1926 M) di Surabaya, pembangunannya ialah Alim Ulama dari Tiap-tiap daerah di jawa timur. Diantaranya:
1. KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng
2. KH. Abdul wahab Abdullah
3. KH Bisri jombang
4. KH Ridwan semarang
5. KH. Nawawi Pasuruan
6. KH. R. Asnawi kudus
7. KH. R. Hambali kudus
8. K. Nakhrawi Malang.
9. KH. Doromuntaha Bangkalan
10. KH. M. Alwi Abdul Aziz, dan lain-lain
F. Persatuan Islam
Persatuan Islam (persis) didirikan dibandung pada permulaan tahun 1920-an ketika orang-orang islam di daerah-daerah lain telah lebih dahulu maju dalam berusaha untuk mengadakan pembaharuan dalam agama.
Referensi
Djamaluddin, dan Ali Abdullah. Kapita selekta pendidikan islam. Bandung: 1998. CV Pustaka Setia.
- 0 komentar

Organisasi Politik



Pengertian Organisasi Politik
            Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.
            Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.
            Organisasi (Yunani : ργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama . Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
            Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
            Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain :
·      politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).
·      politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan Negara.
·      politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
·      politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
            Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
- 0 komentar

Organisasi Kesehatan Dunia





Organisasi Kesehatan Dunia (bahasa Inggris: World Health Organization/WHO) adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Margaret Chan (menjabat mulai 8 November 2006). WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.

 Konstitusi dan Sejarah

Konstitusi WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO "adalah agar semua orang mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan". Tugas utama WHO yaitu membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah menyebar luas.
WHO adalah salah satu badan-badan asli milik PBB, konstitusinya pertama kali muncul pada Hari Kesehatan Dunia yang pertama (7 April 1948) ketika diratifikasi ( Ratifikasi ) oleh anggota ke-26 PBB. Jawarharlal Nehru, seorang pejuang kebebasan utama dari India, telah menyuarakan pendapatnya untuk memulai WHO. Aktivitas WHO, juga sisa kegiatan Organisasi Kesehatan LBB (Liga Bangsa-bangsa), diatur oleh sebuah Komisi Interim seperti ditentukan dalam sebuah Konferensi Kesehatan Internasional pada musim panas 1946. Pergantian dilakukan melalui suatu Resolusi Majelis Umum PBB. Pelayanan epidemiologi Office International d'Hygiène Publique Prancis dimasukkan dalam Komisi Interim WHO pada 1 Januari 1947.

 Kegiatan dan Aktivitas

Selain mengatur usaha-usaha internasional untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular, seperti SARS , malaria , tuberkulosis , flu babi dan AIDS , WHO juga mensponsori program-program yang bertujuan mencegah dan mengobati penyakit-penyakit seperti contoh-contoh tadi. WHO mendukung perkembangan dan distribusi vaksin yang aman dan efektif, diagnosa penyakit dan kelainan, dan obat-obatan. Setelah sekitar dua dekade (dua puluhan tahun) melawan variola , pada 1980 WHO menyatakan musnahnya penyakit cacar (variola) -- penyakit pertama dalam sejarah yang dimusnahkan dengan usaha manusia.
WHO menargetkan untuk memusnahkan polio dalam kurun waktu beberapa tahun lagi. Organisasi ini sudah meluncurkan HIV/AIDS Toolkit untuk Zimbabwe (dari 3 Oktober 2006), dengan standar internasional.
Ditambah lagi dalam tugasnya memusnahkan penyakit, WHO juga melaksanakan berbagai kampanye yang berhubungan dengan kesehatan -- contohnya, untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran di seluruh dunia dan berusaha mengurangi penggunaan tembakau . Para ahli bertemu di kantor pusat WHO di Jenewa pada bulan Februari 2007 dan melaporkan bahwa usaha mereka pada perkembangan vaksin influenza yang pandemik telah mencapai kemajuan yang bagus. Lebih dari 40 percobaan klinik (clinical trial) ( http://en.wikipedia.org/wiki/Clinical_trial ) telah selesai atau sedang berlangsung. Kebanyakan difokuskan pada orang dewasa yang sehat. Beberapa perusahaan, setelah menyelesaikan analisa keamanan pada orang dewasa, telah memulai percobaan klinik pada orang lanjut usia dan anak-anak. Sejauh ini semua vaksin aman dan dapat ditoleransi tubuh (diterima tubuh) pada semua tingkat usia.
- 0 komentar

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ORGANISASI



Komunikasi bermedia komputer dasa warsa ini memegang peranan sentral dalam transformasi organisasi, dan kini lagi-lagi sendi kehidupan manusia sangat dipermudah dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan amatlah besar terutama dalam tatanan suatu system organisasi. Teknologi komunikasi komputer, seperti surat elektronik (e-mail), video conferencing, voice messaging, faksimil dan papan bulletin komputer, dapat mengubah cara kita bekerja dan sekarang marilah kita lihat apa pengaruh fasillitas tersebut bagi organisasi.
Penggunaan surat elektronik (e-mail) dan sejenisnya dalam tatanan organisasi dapat menghilangkan pesan berganda kepada orang yang kita tuju (orang yang sama) atau meniadakan waktu menunggu sampai pesan-pesan tersebut ada didalam kantornya atau tersedia sebelum anda bertanya maupun melayani mereka dengan informasi yang mereka perlukan. Dengan kata lain media baru ini dapat menerobos hierarki tradisional dan batas-batas departemen dengan mudah, mengganti proses-proses sebelumnya dengan pola-pola baru dan pengaruh yang menyertainya serta merta media baru ini mengubah organisasi secara mendasar. Masuk akal bila kemudian dikatakan bahwa dengan transformasi proses komunikasi manusia dan komunikasi organisasi, ada kemungkinan bagi organisasi untuk mengalami transformasi. Fulk dan Steinfield (1990) menyatakan,”kenyataannya komunikasi efektif adalah komunikasi yang tujuan intinya memacu penerapan teknologi informasi dalam organisasi”. Asumsi ini harus diteliti secara cermat oleh teoritisi dan praktisi komunikasi organisasi. Karena dilain tempat ada beberapa pertanyaan yang mengusik, diantaranya adalah ; apakah teknologi komunikasi membantu organisasi berkomunikasi lebih efektif ?, dapatkah orang memperkirakan dan mungkin menjamin suatu peningkatan efisiensi dengan pemasangan video conferencing atau surat elektronik ?, atau dengan kata lain, apakah teknologi komunikasi baru “mempengaruhi” lebih efisien, lebih produktif, dan lebih responsive ?. Untuk menjawab persoalan diatas saya coba memaparkan sedikit gambaran suatu hal yang menjadi sifat utama dari surat elektronik atau computer adalah kemampuannya untuk mengatasi kendala-kendala ruang dan waktu. Selain itu, memberi kesempatan untuk mengubah jarak dan wilayah komunikasi seseorang, misalnya, laporan akhir bulan, rincian keuangan, dan pembauran pemasaran dapat dikirimkan dalam beberapa detik ke kantor yang berjarak geografis. Tentu hal ini menghapus penantian untuk yang disebut beberapa pegawai sebagai “pos siput” (snail mail) yang tampaknya menjadi lambat setiap saat. Selanjutnya, kelompok-kelompok orang dapat mengkoordinasikan pekerjaan dan kegiatan mereka berapapun jarak yang memisahkannya.
Namun, Rice (1992) mengingatkan bahwa, disamping surat elektronik memberi kemampuan untuk melintasi batas-batas organisasi dan geografis, kesalingbergantungan tugas dan sumber daya dapat menjadi faktor penggangu. Kedua hal ini dengan mudah dapat membatasi, mengubah dan/atau mengurangi motivasi untuk berubah. Misalnya bila tugas dua pegawai saling bergantung, mereka mungkin memilih tidak menggunakan surat elektronik untuk membuat “kontak” baru karena mereka telah terkait erat dalam “hubungan kerja yang berlangsung.
Dalam penelitian lainnya C.B Johnson (1992) menemukan bahwa surat elektronik tidak secara nyata mengubah jarak dan arah komunikasi dalam suatu perusahaan utilitas local. Mengapa ini terjadi ? hal ini dapat berkaitan dengan kesaling bergantungan tugas dan sumber daya yang diperlukan, atau sanksi administrative yang tegas terhadap penggunaan surat elektronik untuk keperluan pribadi. Dengan perkataan lain, kita tidak dapat mengasumsikan bahwa pelaksanaan pos elektronik akan mengubah struktur organisasi. Ada beberapa faktor lain yang harus dipertimbangkan seperti budaya, norma dan siapa perlu bekerja dengan siapa. Hal ini menekankan pentingnya konstruksi sosial media yang digunakan dan bergerak menjauh dari determinisme teknologis. Banyak kisah kegagalan maupun keberhasilan dalam organisasi ketika media komunikasi baru seperti surat elektronik diperkenalkan. Keberhasilan bergantung pada banyak faktor. Kita harus mempertimbangkan bagaimana interaksi para pegawai, persepsi dan sikap mereka terhadap medium baru, selain dari apa yang dapat dilakukan oleh medium itu sendiri. Suatu pemahaman mengenai setiap teknologi komunikasi baru dan khususnya medium baru seperti surat elektronik, harus mencakup, penggunaan dan persepsi pegawai terhadap hal tersebut. Tidak ada jalan lain untuk memahami penyebarannya dalam organisasi. Tidak dapat disangkal, ada penggunaan rasional untuk surat elektronik atau setiap teknologi komunikasi baru lainya sebagai peralatan tambahan untuk organisasi, tetapi pegawai menciptakan dan mulai memahami organisasi dan perangkat tersebut ketika mereka berinteraksi dan bekerja bersama-sama.
Akhirnya setiap orang yang tertarik pada wilayah dan isu-isu lain disekitar media komunikasi baru dan organisasi, harus melihat pada teknologi keputusan kelompok yang didukung komputer, pemrosesan informasi dan hubungannya dengan rancangan organisasi, kesempatan baru bagi komunikasi organisasi, dan analisis jaringan komunikasi.