Senin, 21 Februari 2011 - 0 komentar

Organisasi islam dan pendidikan islam di Indonesia



           Lahirnya beberapa organisasi islam lebih banyak karena didorong oleh mulai tumbuhnya sikap patriotisme dan rasa nasionalisme serta sebagai respons terhadap kepincangan-kepincangan dikemunduran total sebagai akibat ekploitasi politik pemerintah colonial belanda. Langkah pertama diwujudkan dala bentuk kesadaran berorganisasi
Meskipun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah colonial belanda untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui dunia pendidikan, namun tidak banyak membawa hasil, bahkan berakibat sebaliknya, yaitu semakin menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme dikalangan rakyat dengan malalui pendidikan. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi, menimbulkan perkembangan dan era baru dilapangan pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian lahirlah perguruan-perguruan nasional, yang ditopang oleh usaha-usaha swasta (partikelir menurut istilah yang berkembang pesat awal tahun 1900-an)
Para pemimpin pergerakan nasional dengan kesadaran penuh ingin mengubah keterbelakangan rakyat Indonesia. Mereke insaf bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasionalharus segera dimasukkan dalam agenda perjuangannya. Maka lahirlah sekolah-sekolah partikelir (swasta) atas usaha para perintis kemerdekaan. Sekolah-sekolah tersebut semuala memiliki dua corak, yaitu\:
A. sesuai dengan haluan politik
1. Taman Siswa, yang mula-mula didirikan di Yogyakarta.
2. sekolah sarikat rakyat di semarang, yang behaluan komunis.
3. ksatria institute, yang didirikan oleh Dr. Douwes Dekker (Dr. Setia Budi) di bandung
4. pergururan Rakyat.
B. Sesuai dengan tuntutan/ajaran islam, yaitu:
1. sekolah-sekolah serikat islam
2. sekolah-sekolah muhammadiyah
3. sumatera tawalib di padang panjang.
4. sekolah-sekolah nahdatul ulama.
5. sekolah-sekolah persatuan Ummat islam (PUI)
6. sekolah-sekolah Al-Jami’atul Wasliyah
7. sekolah-sekolah Al-irsyad
8. sekolah-sekolah formal islam
9. dan masih banyak sekolah lain yang didirikan oleh organisasi islam maupun oleh pereeorangan diberbagai kawasan kepulauan Indonesia, baik dalam bentuk pondok pesantren maupun madarasah.
Pada bagian berikut akan dikhususkan pembahasan tentang organisasi-organisasi yang berdasarkan social keagamaan yang banyak melakukan aktifitas pendidikan islam.
A. Al-Jami’at Al-Khairiyah
Organsiasi yang lebuh dekenal dengan nama jami’at khair ini didirikan dijakarta pada tanggal 17 juli 1905. anggita organisasi ini mayoritas orang-orang arab, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk setiap muslim menjadi anggota tanpa diskriminasi asal-usul. Umumnya anggota dan pimpinannya terdiri dari orang-ornag berada, yang memungkinkan penggunaan waktu mereka untuk perkembangan organisasi tanpa mengorbankan usaha untuk pencarian nafkah.
B. Al-Islah wal irsyad.
Syekh Ahmad Surkati, yang sampai dijakarta dalam bulan februari 1912, merupkan seorang alim terkenal dalam agama islam. Beberapa lama kemudian dia meninggalkan jami’at al-khair, kemudian mendirikan gerakan agama sendiri bernama Al-Islah Wal Irsyad. Dengan haluan mengadakan pembaharuan dalam islam
C. Perserikatan Ulama
Perserikatan ulama merupakan perwujuddan dari gerakan pembaharuan didaerah Majalengka, jawa barat dimulai pada tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Abdul Halim. Dia lahir pada tahun 1887 di cibelarang Majalengka
D. Muhammadiyah
Salah satu organsisai social islam yang terpenting di Indonesia sebelum perang Dunia II dan mungkin juga hingga sekarang adalah muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 november 1912 bertepatan dengan tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan atas saran yang ditujukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanent.
E. Nahdatul Ulama
Nahdatul ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (33 januari 1926 M) di Surabaya, pembangunannya ialah Alim Ulama dari Tiap-tiap daerah di jawa timur. Diantaranya:
1. KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng
2. KH. Abdul wahab Abdullah
3. KH Bisri jombang
4. KH Ridwan semarang
5. KH. Nawawi Pasuruan
6. KH. R. Asnawi kudus
7. KH. R. Hambali kudus
8. K. Nakhrawi Malang.
9. KH. Doromuntaha Bangkalan
10. KH. M. Alwi Abdul Aziz, dan lain-lain
F. Persatuan Islam
Persatuan Islam (persis) didirikan dibandung pada permulaan tahun 1920-an ketika orang-orang islam di daerah-daerah lain telah lebih dahulu maju dalam berusaha untuk mengadakan pembaharuan dalam agama.
Referensi
Djamaluddin, dan Ali Abdullah. Kapita selekta pendidikan islam. Bandung: 1998. CV Pustaka Setia.

0 komentar:

Poskan Komentar